Untuk 'kamu' yang sudah memilih.
Ada beberapa hal yang terkadang ingin kutanyakan padamu. Ingin menanyakan langsung. Tapi kadang aku sendiri yang menjawabnya.
Bukankah kita begitu dekat? Yah, seperti laki-laki itu, seperti mereka.
Apakah menurutmu seorang laki-laki yang dekat denganmu tidak tertarik padamu?
Bagaimana jika laki-laki itu tertarik padamu?
Apakah kau membiarkan mereka tergila-gila mengejarmu?
Apakah kau menikmatinya? Menikmati kedekatan itu?
Apakah kau menyalahkan laki-laki itu?
Dari sepuluh laki-laki, apakah kau mengeliminasinya menjadi lima?
Dari lima diantaranya, kemudian tersaring menjadi tiga?
TIGA BESAR. Wahh! Good Job!
Lalu dua besar kan?
Akhirnya kau memilih satu. LUAR BISA.
Pesan dariku. Mungkin saja kau sudih mendengarnya. "Ketika kau tau seorang pria dekat denganmu, dan kau menyadari pria itu tertarik padamu, sementara dirimu hanya menganggapnya biasa saja, maka jangan biarkan pria itu semakin menaruh harap dan jatuh terlalu dalam. Sederhana sekali yang bisa kita lakukan. Berhentilah meresponnya."
Tentunya, semakin jauh harimu, semakin bisa kau berpikir.
Mungkin bukan aku saja yang merasakan pilu seperti ini. Mungkin laki-laki yang tersingkir lainnya merasakan yang sama. Anehnya, aku seperti melihat kau merasa kehilangan.
Percayalah: 'orang yang jatuh hati padamu takkan bisa memenuhi syarat untuk menjadi teman terbaik, juga sahabat baik'.
Tidak perlu ada kata maaf. Kita hanya perlu mengucapkan terima kasih. Terima kasih yang banyak. Katamu, sesuatu yang baik pasangannya baik pula. Maka, bersyukurlah.
Dan entalah, kapan pun nanti kau menemukan diriku di sini, kita masih berteman. Bagaimana mungkin tidak berteman denganmu, ketika lanjut usia nanti, mungkin aku mengidap rupa-rupa penyakit, sementara kau ahli dalam menawariku berbagai obat?
Mungkin ini tulisan jahatku. Ah, kadang aku berpikir, kau butuh tulisan jahat.
Menunggu senja yang tenang. Menenangkan.
- miss you -